Pabrik Sabun Margahayuland 42 Tahun Membangun Ahirnya Tutup

Pabrik Sabun Margahayuland 42 Tahun Membangun Indonesia dengan memberikan manfaat kepada ribuan pekerja selama 42 Tahun ahirnya tutup karena tidak terkelola dengan baik.


Pabrik Sabun Margahayuland

Pabrik Sabun Margahayuland yang berada di Desa Huidu, Kecamatan Limboto Barat yang merupakan salah satu program Kementrian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) RI, kini tak lagi beroperasi sejak 10 bulan terakhir.

Pasalnya, bahan baku yang menjadi bagian utama dalam produksi sabun, kini telah habis dan para pengelolanya tak punya dana lagi untuk itu Pantauan Gorontalo Post, kemarin, Selasa (4/4).

terlihat sebuah industri pembuatan sabun yang digerakkan oleh 15 warga yang berasal dari Desa Huidu, Pone dan Tunggulo ini tak lagi ada aktivitas produksi seperti biasanya. Tempat yang diresmikan pada Desember 2015 ini hanya beroperasi sekitar 4 bulan lamanya.

Akibatnya, warga yang tergabung dalam industri ini pun kehilangan pekerjaannya Farida Kadir, Sekretaris kelompok industri pembuatan sabun ini mengatakan, tempat ini tidak lagi berproduksi karena kehabisan bahan baku. “Sekarang ini sudah setengah mati dicari bahan bakunya. Di Gorontalo, kami sudah keliling tapi juga tidak dapat-dapat.

Ini harus mo pesan di Jawa karena memang dari awal juga bahannya cuma dari sana (Jawa) semua. Sementara, dana kami tidak cukup memesan bahan bakunya itu,” ungkapnya.

Untuk penjualannya, Farida mengakui jika produk Sabun Margahayuland yang mereka hasilkan berupa sabun cuci piring, cuci pakaian dan pewangi pakaian ini cukup laris di pasaran karena selain kualitasnya bagus, harganya pun tergolong lebih murah.

“Kepada para pedagang kami jual Sabun Margahayuland Rp 4.000 per botolnya dan kemudian mereka jual lagi dengan harga Rp 5.000,” tambahnya Farida sangat mengharapkan adanya perhatian dari pemerintah terkait dengan hal ini karena ke 15 anggota yang tergabung dalam industri.

ini sangat menginginkan untuk kembali bekerja memproduksi Sabun Margahayuland untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari “Para pedagang pun sering datang menanyakan sabun kami kenapa sudah tidak produksi lagi, karena ini sabun memang laku skali di pasar dengan kios-kios di Kabupaten Gorontalo,” kata Farida.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Gorontalo, Cokro Katili, saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya akan mengupayakan untuk menghidupkan kembali industri pembuatan Sabun Margahayuland tersebut.

“Harusnya mereka para pengelola bisa memperhitungkan harga jualnya yang harus disesuaikan dengan biaya bahan baku serta untuk tenaga pekerjanya, agar usaha ini bisa menjadi mandiri.

Ini akan menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk merencanakannya lagi dengan lebih matang, Insya Allah tahun ini Sabun Margahayuland itu bisa aktif lagi,” janji Cokro

0 Response to "Pabrik Sabun Margahayuland 42 Tahun Membangun Ahirnya Tutup"

Posting Komentar